Melawan Luka
Sebagai seorang manusia biasa, aku pernah merasa betapa hidup ini sangat menyesakkan dada. Seakan-akan perihnya luka hanya akulah pemiliknya.

Tentang Perjalanan Menuju Hal-hal Asing
Sebagai seorang manusia biasa, aku pernah merasa betapa hidup ini sangat menyesakkan dada. Seakan-akan perihnya luka hanya akulah pemiliknya.
Sebuah kalimat yang kutulis dua tahun lalu mengantarkanku pada kenyataan: bahwa harapan bisa terwujud kapan saja, meski telah lama dikenang sebagai cerita.
Saya tahu bahwa hidup yang saya punya teramat sangat berharga, bahkan untuk orang-orang di luar sana. Saya harus bahagia untuk
Hai, Pembangkit Listrik. Sudah lama sekali aku tidak menulis di blog ini. Rasanya masihagak risih diikuti sejak tahu ada blog lain berisikan
22 tahun saya merasakan hidup di Banten. Tapi jika ditanya apa yang telah saya lakukan untuk...
Ini bukan aku. Ini keponakanku. Lucu ya. Ya iyalah, orang akunya juga lucu. Gimana sih. Waktu...