Wisata · January 12, 2021 13

Kalau Aku Pergi ke Bali

wisata bali
(Foto: Sunshine Seeker).

Bali yang dijuluki sebagai Pulau Dewata jadi salah satu destinasi wisata yang masih banyak menerima rombongan dari beragam penjuru, di tengah pandemi yang masih belum berlalu.

Agaknya nama kota satu ini juga terus berseliweran di media sosial. Mulai dari artis, penyanyi, sampai influencer, hampir semuanya mengunggah keindahan dan kedamaian pariwisata di Bali.

Enggak usah yang jauh-jauh, deh, temanku sendiri aja juga pergi ke Bali.

“Yuk,” kataku, belum lama ini.

“Duh, enggak bisa. Lagi packing, nih. Besok mau ke Bali.”

Padahal baru juga bilang yuk.

Kayaknya udah terlalu mainstream kalau bilang, “apa cuma aku yang….” seperti komentar warganet di kolom Youtube.

Memang sangat lumrah, sih, kalau Bali memenuhi kepala kita buat jadi tempat yang harus disinggahi dari banyaknya kota-kota di Indonesia. Rain dan Kim Tae Hee, pasangan kekasih yang punya cerita romansa menggemaskan ini aja memilih Bali jadi destinasi bulan madu mereka. Padahal, di Korea kurang apa coba?

Ya, banyak lah, kurangnya.

Sebagai seseorang yang jarang pergi ke luar provinsi, nama Bali pasti pernah juga dong masuk ke kepalaku. Walaupun aku enggak berani bilang ke siapa-siapa. Boro-boro nyebut Bali, baru cerita enggak pernah ke Dufan aja yang ketawa se-kecamatan.

Sampai yang tadinya mau ambil blanko KTP enggak jadi, gara-gara terlalu bahagia atas nasib seseorang. Memang sih, kebahagiaan itu katanya obat semua masalah. Aku juga bahagia lihat orang lain melupakan masalah mereka. Tapi, terus aku melupakan masalahku gimana? Lihat kaca dan menertawakan kebodohan sendiri gitu? Boleh juga, sih.

Kalau aku pergi ke Bali, kayaknya ada beberapa Tempat Wisata di Bali yang pengin banget aku kunjungi. Kalau kamu mau tahu yang ada di kepalaku, jangan berhenti baca sampai di sini. Siapa tahu kan di bawah ada kuis berhadiah. Walau kita semua tahu, hadiah yang paling berharga adalah keluarga. Itu kata Emak di Keluarga Cemara.

Nah, tempat pertama adalah Taman Baca Ubud. Kenapa aku pilih Taman Baca Ubud? Ya, biar gaya aja sih. Kata di iklan salah satu rokok, “nggak gaya, loe nggak rame”.

Taman Baca Ubud ini jadi semakin populer sejak acara festival sastra terbesar se-Asia Tenggara diselenggarakan dan dipusatkan di sana. Barangkali, ada di antara kalian yang enggak asing sama Ubud Writers and Readers Festival. Iya, tahun 2018 lalu, tempat ini jadi venue utama festival yang setiap lihat namanya, pikiranku melayang di antara kalimat, “kapan ya aku bisa jadi bagian dari mereka?”

Halah, nulis blog aja susahnya minta ampun.

Baca Juga: Memilih Tempat Wisata Menarik bersama Anak-anak

Tapi, lihat tempatnya sih kayaknya memang seru. Ada lokasi kuliner, perpustakaan, tempat seminar, sampai tempat ngopi-ngopi cantikdi sana. Katanya sih, tempat ini bisa memberikan ketenangan yang dibutuhkan penulis untuk mencari inspirasi.

Siapa tahu kan kalau aku ke sana jadi banyak inspirasi nulis. Walau pasti tetap lebih banyak nonton drakor-nya, sih. Drakor adalah jalan ninjaku.

Terus yang kedua, rasanya enggak afdal kalau ke Bali tapi enggak lesehan santai menikmati pantai dan keindahan alamnya. Aku menemukan satu tempat yang agak tersembunyi, nih. Namanya Nyang Nyang Beach. Aku tuh suka sama nama dari kata yang berulang-ulang, jadi mirip kan sama website ini.

(Foto: The Bali Bible).

Aku pilih pantai ini karena dia menawarkan kenyamanan, privasi, dan panorama alam yang masih alami. Jadi, enggak perlu gelisah seharian karena di sini pasti enggak banyak orang. Dan aku pun enggak masalah kalau harus usaha ekstra buat sampai di bibir Pantai Nyang Nyang ini. Udah biasa kok mengeluarkan tenaga ekstra untuk mendapatkan perasaan dia, walau ujungnya nangis-nangis di warung seblak juga. Kelilipan cabe.

Yang seru, di pantai itu juga kita bisa main paralayang dari Bukit Peninsula. Enggak, kok, aku enggak membayangkan menjadi seorang Yoon Se Ri yang habis main paralayang terus kena badai dan jatuh di Korea Utara bertemu dengan Kapten Ri yang tampannya tiada dua. Lalu, mereka jatuh cinta dan hidup bersama.

Enggak kok, aku enggak berharap sampai kayak gitu. Cuma kalau emang pas mau main paralayang ketemu cowok kayak Hyun Bin boleh juga, sih.

Nah, itu salah dua tempat yang sepertinya patut aku datangi kalau nanti pergi ke Bali. Nanti aja, kalau pandemi sudah berakhir, ya. Biar ke mana-mana pun aman dan nyaman.