Tekno · Juni 27, 2021 11

Memahami Google Analytics dan Google Search Console

Google Analytics

Mengetahui secara rinci performa blog adalah sebuah keharusan untuk para blogger. Sebab dengan begitu kita bisa dengan mudah melakukan perbaikan secara menyeluruh untuk meningkatkan kinerja sebuah blog, terutama di mesin pencarian Google. Salah dua fasilitas yang diberikan Google untuk melakukan audit pada blog kita adalah Google Analytics dan Google Search Console.

Meski keduanya tidak terlalu asing buatku, tetapi nyatanya sangat sedikit yang rupanya aku pahami tentang ini. Sehingga banyak hal yang kemudian didapatkan setelah mengikuti webinar โ€˜Audit Web dan Cara Menggunakan Tools Auditโ€™ dengan narasumber Mas Priyo Harjiyono 19 Juni 2021 lalu. 

Webinar ini menjadi salah satu sesi yang diberikan BRT Network dalam program Kelas SEO yang aku ikuti, di mana di dalamnya juga dibagikan banyak ilmu per-blog-an oleh berbagai mentor. Terima kasih Mas Pewe, Mba Monic, Teh Gilang, dan Kak Aldhi, dan juga teman-teman BRT lainnya. ^_^

Kembali ke sesi webinar, pada momen ini Mas Priyo membahas secara rinci cara menggunakan Google Analytics dan Google Search Console.

Baca Juga:

Ngeblog dengan Nilai Pancasila di Flash Blogging Kominfo

Minal Aidin, Blogfam

Google Analytics

Secara singkat, Google Analytics sendiri adalah layanan yang diberikan Google untuk mengetahui statistik pengunjung di blog kita, juga informasi mengenai mesin pencari hingga iklan.

Di Google Analytics, terdapat banyak fitur yang bisa dimanfaatkan untuk mengembangkan blog kita.

  1. Realtime: Lewat fitur ini, kita bisa mengetahui aktivitas pengunjung, mulai dari jumlah, perangkat apa saja yang digunakan, jumlah tampilan halaman per menit, kata kunci paling atas, lokasi pengunjung hingga konten apa saja yang paling banyak dikunjungi.
  2. Audience: Di sini kita bisa mengetahui siapa saja yang mengunjungi blog kita, lokasi pengunjung, jumlah pengunjung aktif, usia dan jenis kelamin pengunjung blog, minat pengunjung, data tentang jenis teknologi yang digunakan, juga frekuensi dan waktu kunjungan.
  3. Acquisition: Di fitur ini, kita bisa melacak dari mana saja pengunjung menemukan blog kita. Di dalamnya terdapat sub-menu yang menampilkan ringkasan sumber traffic dan pencarian organik. Ada pula Google Ads untuk melacak iklan Google dan Search Console yang menunjukkan data identik dari Google Search Console. Lalu traffic media sosial dan juga campaigns yang sedang berjalan.
  4. Behaviour: Di sini kita bisa melacak halaman mana saja yang yang sering dikunjungi, perjalanan pengunjung selama berada di blog, dan juga seperti apa kecepatan blog kita.
  5. Conversion: Kita bisa melacak konversi yang terjadi pada blog untuk mendapatkan informasi yang lebih spesifik.

Google Search Console

Selain memahami Google Analytics lebih dalam, Google Search Console juga adalah alat yang juga tak kalah penting untuk dipelajari. Sebelumnya, layanan ini aku pakai hanya untuk melakukan inspect url tanpa tahu bahwa sebenarnya ada banyak sekali manfaat menggunakan GSC ini, termasuk mengetahui performa dan permasalahan-permasalahan yang ada dalam blog kita.

Google Analytics
Google Search Console.

Di dalamnya juga terdapat beragam fitur yang bisa kita manfaatkan untuk melacak kinerja blog dengan mudah.

  1. Performance: Di sini kita bisa melihat halaman dan kata kunci apa saja yang bisa menghasilkan banyak pengunjung.
  2. Index Coverage: Lewat fitur ini kita akan diberitahu halaman mana saja yang sudah terindeks di Google dan halaman mana yang masih mengalami error, sehingga kita bisa segera memperbaikinya.
  3. XML Sitemap: Fitur ini bisa ditambahkan ke dalam blog untuk membantu mesin pencari mengindeks tulisan kita.
  4. Mobile Usability: Nah, di sini kita akan tahu seperti apa kinerja blog kita di perangkat mobile, sudah cepat atau ternyata masih sangat lambat.

Selain itu, Mas Priyo sendiri mengajarkan kami untuk memanfaatkan layanan Google Pagespeed Insight untuk mengukur seberapa cepat blog kita. Dari sini kita akan tahu waktu yang dibutuhkan blog kita dalam menyajikan setiap kontennya atau yang disebut dengan Largest Contentful Paint (LCP). Jika LCP setiap url berada di atas 4 detik, maka url itu dianggap buruk oleh Google, sehingga kita perlu segera memperbaikinya.

Nah, dengan mengetahui lebih dalam tentang Google Analytics dan Google Search Console ini semoga bisa membantu kita untuk meningkatkan performa blog menjadi lebih baik. Tentu saja belajar di Kelas SEO BRT Network ini juga membuka mataku sebagai–sebut saja– blogger bahwa mengurus blog bukan hanya persoalan konten dan tema. Xixi.